Tampilkan postingan dengan label Rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

YESUS (ISA a.s) DALAM INJIL DAN QURAN

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang

Terdapat banyak pendapat di antara pakar agama, baik Kristen dan Islam mengenai bagaimana akhir cerita Yesus atau Nabi Isa a.s. Pasalnya terdapat pemahaman yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen dalam masalah ini. Kristen mengimani jika Yesus mati di kayu salib sebagai Tuhan untuk penebusan dosa umat manusia, sedangkan Islam mengimani bahwa Yesus atau Isa a.s adalah seorang Nabi utusan Allah untuk membimbing kaum Bani Israil dan tidak mati di kayu salib. Perbedaan ini menurut penulis sangat penting, melihat siapa yang salah berarti telah salah pula keimanannya, terutama bagi umat Kristen yang telah menuhankan Yesus (Isa a.s).

Pertanyaannya, Apakah Yesus adalah Tuhan yang mati di kayu salib? Atau Isa a.s adalah seorang Nabi yang tidak mati di kayu salib? Penulis akan membahas masalah ini dengan merujuk pada Injil, Quran, buku tafsir, dan pendapat para ahli.

Sebelum lebih dalam ke topik pembahasan kita fahami dulu apa itu Hukum Salib secara harifah. Ada beberapa proses yang harus di jalani agar seorang tersangka dapat di sebut telah di hukum salib.

-Awalnya, tersangka di ikat dan di borgol pada tiang setinggi 60 cm, dalam posisi membungkuk, tersangka akan didera dengan cambuk yang di ujungnya diperkuat dengan batu, timah, atau tulang punggung binatang. Orang Yahudi dan Romawi memiliki perbedaan dalam deraan atau cambukan ini, yahudi hanya boleh mendera di bagian punggung kiri dan kanan serta dada, dan tidak boleh lebih dari 40 deraan. Romawi lebih sadis lagi dengan bebas mendera dimana saja dan boleh melakukan berapa kali pun.

-Selanjutnya si tersangka di arak dipaksa membawa kayu palang dengan lobang di tengahnya ke tempat eksekusi. Di tempat eksekusi telah terdapat tiang vertikal yang ujungnya di buat lebih kecil sehingga kayu palang yang di bawa tersangka bisa masuk.

-tersangka di baringkan, pergelangan tangan dan kakinya di paku pada salib. Ada sebatang kayu kecil pada tiang di bawah kaki atau pantat untuk menahan berat badan dengan tujuan agar tangan yang di paku tidak sobek.

- Setelah di salib, tersangka akan di cek apa sudah mati atau belum, dan biasanya dengan cara mematahkan kakinya.

-Setelah di pastikan mati, Jenazah lalu di kuburkan. Namun bagi yang tidak punya makan, mayatnya akan dibiarkan membusuk atau dibiarkan dimakan serangga dan binatang buas.

YESUS DI SALIB DALAM INJIL


  • PENYALIBAN


Markus 15:33-34
33. Pada jam duabelas, kegelapan meliputi daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
34. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring : “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” yang berarti Allah Ku, Allah Ku, mengapa engkau meninggalkan aku?

Dari ayat yang dikutip dalam injil tersebut di sebutkan bahwa terjadi suatu fenomena dimana langit menjadi gelap pada jam 12 siang. Terdapat pula kata yang menyebutkan “daerah itu” yang berarti Yesus telah ada dan disalibkan saat jam 12.

Pada jam 3 sore,Yesus berseru dengan suara yang nyaring “Allah Ku, Allah Ku, mengapa engkau meninggalkan aku?” ayat tersebut memuktikan ketidak berdayaan Yesus sebagai manusia. Logikanya, apa mungkin jika Yesus adalah Tuhan meminta pertolongan kepada Tuhan yang lainnya?


  • PENURUNAN DARI KAYU SALIB


Datanglah orang- orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang- orang yang disalib tersebut dipatahkan dan mayar- mayatnya diturunkan. (Yoh 19:31)

Saat itu korban yang di hukum salib berjumlah 3 orang termasuk Yesus di dalamnya. Orang- orang yahudi memimta kepada Pilatus sebagai eksekutor untuk mematahkan kaki para tersangka agar proses kematiannya di percepat. Tapi dengan kehendak Allah SWT, saat giliran Yesus akan di patahkan kakinya terdapat suatu keajaiban, dimana yesus terpingsan dan kondisinya “menyerupai orang yang telah mati’. Dalam injil tertulis.

Tetapi ketika mereka sampai pada Yesus dan melihat ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya. (Yoh 19:33)

Pilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka iya memanggil kepada serdadu dan menanyakan benarkah Yesus sudah mati.” (Markus 19:33)

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus tetapi sembunyi- sembunyi karena takut kepada orang- orang Yahudi meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkannya. (Yoh 19:38)

Rupanya Yusuf salah satu murid Yesus dan beberapa orang lainnya, masih melihat tanda- tanda kehidupan pada tubuh Yesus, sehingga dia meminta kepada Pilatus untuk menurunkan jenazah Yesus dengan sembunyi- sembunyi karena takut pada orang Yahudi. Penurunan jenazah tersangka salib bisa di katakan tersegasa- gesa melihat para algojo melewatkan proses untuk mematahkan kaki Yesus. Fakta logisnya, saat di turunkan jenazah Yesus berkisar pukul 15.00 atau jam 3 sore pada hari jumat, sedangkan pada pukul 17.30 jenazah harussudah diturunkan karena akan memasuki hari sabat atau hari suci di hari sabtu. Dalam umat Yahudi pergantian hari tidak pukul 00.00, melainkan saat magrib sekitar pukul 17.30. Dengan sisa waktu sekitar 2 jam 30 menit mereka menurunkan jenazah.


  • PENGUBURAN YESUS
Sebelum masuk dalam bahasan, kita ketahui dulu bagaimana bentuk kuburan Yahudi. Berbeda dengan Islam yang menanam atau memasukan jenazah pada tanah dengan ukuran 2x1 dan dalam 2 meter, Yahudi mengubur jenazah dengan diletakan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua ataupun yang sengaja di buat berbentuk tempurung berpintu (gua buatan).

Mereka mengambil mayat Yesus mengapaninya dengan kain lanen itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu kepintu kubur itu. (Markus 16:46)

Pada saat diturunkan dari salib, masih dalam hari yang sama, Yesus langsung di kuburkan. Namun rupanya beberapa orang telah sembunyi- sembunyi memasuki makam Yesus karena masih melihat kehidupan pada raga Yesus.

Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula- mula datng waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak dan membubuhi dengan rempah- rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yoh 19.40)

Setelah lewat hari sabat, Maria Maghdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah- rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (Markus 16:1)

Jika dilihat secara biasa memang tidak ada hal yang janggal dari keempat ayat di atas, Yoh 19:38, Markus 16:46, Yoh 19:40, Markus 19:1. Namun bila di kaji dengan seksama menggunakan beberapa pendekatan secara kritis maka bisa di simpulkan kronologis penyaliban Yesus.

= Yusuf menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib pada jam 15.00 (jam 3 sore), dan menguburkan Yesus sebelum masuk hari sabat yang berarti sebelum maghrib atau sebelum malam tiba.
= Malam harinya, Nikodemus datang ke kubur dengan membawa minyak mur dan gaharu, lalu mengkafani Yesus dengan kain lenan.
= Pada hari setelah hari Sabat yang berarti minggu pagi, Maria Maghdalena dan teman- temannya membawa rempah- rempah ke kuburan Yesus.

Logikanya, untuk apa Maria Maghdalena datang ke makam Yesus pada pagi hari dengan membawa minyak rempah- rempah? Padahal jenazah Yesus sudah diberi rempah- rempah oleh Yusuf Arimatea dan Nikodemus serta telah dikafani?

Jawabannya sangat mudah, datangnya wanita- wanita tersebut pada dua hari setelah pemakaman Yesus tidak lain untuk mengobati luka Yesus, mengingat rempah- rempah dan minyak Mur berfungsi sebagai obat untuk luka. (silahkan cek google mengenai manfaat minyak Mur)


  • YESUS KELUAR KUBUR SENDIRI DAN BUKTI BELIAU MASIH HIDUP


Hal ini merupakan kejadian paling penting, karena membuktikan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib. Dan Yesus keluar dari kuburnya sendiri dan sangat pagi

Pada hari pertama minggu itu, pagi- pagi benar ketia hari masih gelap, pergilah Maria Maghdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambildari kubur. (Yoh 20:1)

Perhatikan ayat di atas, yakni Maria datang ke kubur pagi sekali, bahkan di gambarkan saat itu langit masih gelap. Namun ternyata pintu kuburan yesus telah terbuka. Berarti bisa di simpulkan bahwa Yesus keluar dari kubur saat tengah malam, atau menjelang subuh, atau saat subuh. Melihat malam adalah saat- saat yang tepat untuk melarikan diri. Jika menalar Yesus sudah mati, dan bangkit dalam bentuk roh, mustahil Yesus harus membuka pintu kubur, karena roh akan dengan mudah menembus benda mati.

Pada saat itu Maria Maghdalena menyangka jenazah Yesus telah di curi, dan menangis karena Maria mengetahui jika Yesus belum mati.Yesus pun melihat Maria yang telah menangis dan bercakap.

Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadanya: “Tuan, jikalau tuan mengambil Dia, katakan kepadaku, dimana tuan meletakan Dia, supaya aku bisa mengambilnya.” (Yoh 20:15)

Lagi- lagi bukti Maria mengetahui bahwa Yesus belum mati karena mengucapkan kata “dimana tuan meletakan Dia”, jika telah wafat seharusnya Maria mengatakan “dimana tuan meletakan jenazahnya, atau mayatnya.?”. Dalam tulisan yang lainnya Maria berkata “supaya aku bisa mengambilnya.” Logikanya, untuk apa mengambil jenazah Yesus jika telah tidak bernyawa? Dan jikalau telah mati seharusnya Maria berkata “supaya aku bisa melihatnya.”

Dalam surat Yoh 20:15, terbukti jika Maria tidak mengenal Yesus dan menyangka Yesus adalah seorang tukang penjaga taman. Bisa disimpulkan bahwa yesus telah menyamar atau bersembunyi. Akan timbul pertanyaan, untuk apa Yesus menyamar? Jawabannya karena Yesus takut diketahui orang- orang Yahudi karena telah keluar dari kubur. Timbul pertanyaan lagi, mengapa Yesus harus takut? Jika seandainya Yesus bangkit dalam bentuk Roh, tentu saja Yesus tidak harus menyamar dan takut karena mana mungkin manusia bisa menyakiti roh orang yang telah mati dan memiliki raga. Jawabannya karena Yesus masih hidup dan memiliki raga, Yesus takut jika orang- orang Yahudi menemukannya, Dia akan ditangkap dan mencoba membunuhnya lagi. Hal ini sama percis seperti Yusuf Arimatea yang sembunyi- sembunyi menurunkan jenazah Yesus karena takut diketahui orang- orang Yahudi.

Setelah Maria mengetahui bahwa yang disangkanya penjaga taman ternyata adalah Yesus, Maria sangat bergembira sehingga ingin memeluk atau merangkul Yesus, namun yesus melarangnya.
Kata Yesus kepadanya : “Janganlah Engkau memegang Aku,...” (Yoh 20:17)

Mengapa Yesus menolak dan melarang Maria menyentuhnya? Karena saat itu di tubuh Yesus masih terdapat luka, baik luka salib dan luka deraan. Jadi sangat wajar jika Yesus melarang Maria menyentuh tubuhnya, karena jika di sentuh Yesus akan merasa kesakitan. Hal itu sangat berbahaya, karena bisa saja Yesus berteriak karena kesakitan dan bisa membongkar penyamarannya, atau akan terlihat aneh dan mencurigakan jika Maria merangkul seorang penjaga taman.


  • YESUS KEMBALI MENEMUI MURIDNYA


Setalah Yesus keluar dari kubur dan bertemu dengan Maria Maghdalena, Yesus lantas menemui muridnya.

Dan sementara mereka bercakap- cakap tentng hal- hal itu, Yesus tiba- tiba berdiri ditengah- tengh mereka dan berkata kepada mereka : “Damai sejahtra bagi kamu!” (Lukas 24:36)
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat Hantu. (Lukas 24:37)

Sangkaan Murid- murid Yesus telah melihan hantu harus dikaji secara mendalam. Dalam kebudayaan Asia, Eropa, dan Afrika hantu memiliki makna berbeda tapi dengan konsep dan inti yang sama. Hantu diidentikan dengan seorang yang gentayangan yakni orang yang mati kemudian bangkit kembali. Jadi wajar saja mereka menyebut Yesus sebagai hantu karena dalam benak mereka Yesus sudah benar- benar mati. Dengan kejadian ini lantas Yesus membantah bahwa dirinya bukanlah hantu atau berbentuk roh, melainkan manusia sama seperti murid- muridnya.

“Lihatlah tangan Ku dan kaki Ku: Aku sendirilah ini, rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada ku.” (Lukas 24:39)
Sambil berkata demikian, Dia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka (Lukas 24:40)

Terbukti Yesus belum mati bukan hantu dan bukan berbentuk roh, dengan meyakinkan Muridnya dengan menyuruh meraba bahwa Yesus masiih memiliki daging dan tulang. Lantas kenapa Yesus memperlihatkan kaki dan tangannya? Yesus berhendak memperlihatkan bekas salibnya kepada murid- muridnya.

Itulah kiranya fakta mengenai penyaliban Yesus dalam injil, dan dapat di simpulkan bahwa YESUS TIDAKLAH MATI DI KAYU SALIB!! Sedangkan dalam ajaran lainnya, masih dalam injil.

Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimanakah orang mati dihidupkan kembali? Tubuh yang bagaimanakah yang diberi kepada mereka, sesudah mereka dihidupkan kembali?”... (1 Korintus 35)
Begitu halnya nanti dengan orang- orang mati yang dihidupkan kembali. Tubuh yang dikubur itu adalah tubuh yang bisa busuk, TETAPI TUBUH YANG DIHIDUPKAN KEMBALI, ADALAH TUBUH YANG TIDAK BISA RUSAK. (1 Korintus 42)

Pada waktu tubuh itu dikuburkan, tubuh itu buruk dan lemah, tetapi PADA WAKTU IA DIHIDUPKAN KEMBALI IA ADALAH TUBUH YANG KUAT. (1 Korintus 43)

Pada waktu dikuburkan, tubuh itu tubuh dari dunia, tetapi setelah hidup kembali, maka TUBUH ITU TUBUH YANG DIBERI OLEH ROH ALLAH. Ada tubuh dari dunia, ada juga tubuh yang dari Allah. (1 Korintus 44)

Mengkaji hal ini tentu saja akan mendapatkan banyak kontradiksi, mengenai kebangkitan setalah mati yang seharusnya berbentuk roh atau tubuh yang diberi Allah. Dalam kajian di atas, dapat dilihat bahkan INJIL MENOLAK KEMATIAN YESUS sebagai penebusan dosa.

ISA a.s (YESUS) DALAM ISLAM

Paparan di atas merupakan suatu pembahasan Yesus (Isa a.s) menurut Injil, dan umat Islam tidak wajib mengimani, karena hanya kepada Al-Quran lah umat Islam harus berpedoman. Merujuk pada Al Quran yang berisi firman Allah SWT, Islam pun telah mengisahkan tentang nabi Isa a.s atau Yesus.

“dan lantaran perkataan mereka yang mengatakan : Sesungguhnya kami telah membunuh Isa Al-Masih anak Maryam Rasul Allah. Padahal sebenarnya mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya (hingga mati), melainkan hanyalah diserupakan saja pada mereka. Sesungguhnya orang- orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa a.s, benar- benar dalam keragu- raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak pula yakin yang mereka bunuh itu adalah Isa” (An- Nisa 157)

Prof.Dr.KH.Hasbullah Bakry, SH. Dalam bukunya “ Isa dalam Al-Qur`an, Muhammad Dalam Bibel” ( Firdaus ), cetakan 8 hal 45 dan 47 menyatakan penafsirannya tenteng QS. An-Nisa/4:157.

Kalimat “Ma Qotaluhu wama sholabuhu” yang berarti : “mereka tidak khusus membunuhnya dan tidak menyalibnya” haruslah diartikan sebagai penguat (kalimat) satu dengan yang lain. Ma qotaluhu artinya mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja (di sini membunuh berarti umum). Ma sholabuhu mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban tetapi hanya terserupa saja sebagai penyaliban.

Kembali ke konteks awal mengenai Hukum Salib, yang menyebutkan bahwa Hukum Salib merupakan salah satu cara MENGHUKUM MATI, dimana para tersangkanya HARUS MATI DI KAYU SALIB. Jadi jika tersangka tidak mati, bisa di bilang dia tidak di salib. Dan dalam Quran telah sangat jelas di sebutkan “Ma Qotaluhu wama sholabuhu” DIA TIDAK TEBUNUH DAN TIDAK DISALIB, “Ma sholabuhu” MELAINKAN HANYA DISERUPAKAN DEMIKIAN.


Wallahu a’lam bishawab..

Senin, 27 Februari 2012

Menikah : Penangkal Dosa, Pemicu Pahala

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan pribadi atau karakter seorang anak. Namun setelah dewasa, apakah orang tua masih bisa menentukan karakter anaknya.? Menurut penelitian para ahli, kepribadian seseorang bisa berubah secara cepat. Terjadi akibat beberapa factor, factor yang paling berpengaruh terhadap kepribadian seorang setelah menjadi dewasa adalah pergaulan. Pergaulan dapat membentuk karakter seseorang sebesar 75 persen, peran orang tua dan keluarga 15 persen, media seperti TV, internet dan lain lain 5 persen, dan 5 persen lainnya factor intern.

Hal tersebut tentu saja akan membuat was-was setiap orang tua, yah.. mengingat pergaulan dewasa ini yang bisa di bilang sangat bebas. Akibat banyaknya pengaruh barat yang masuk, para muda mudi di Negara kita sudah terang terangan dan tanpa rasa malu melakukan hubungan seks pra-nikah. Bahkan mereka seolah bangga dengan apa yang telah dilakukannya. Survei terbaru Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mencatat bahwa sebanyak 63 persen pemuda Indonesia sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Dan 60 persen tanpa menggunakah alat kontrasepsi. Dari beberapa penelitan yang dilakukan sejak tahun 2006, sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja tersebar di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin. Tempat- tempat prostitusi hampir setiap kota memilikinya. Dan anehnya, pemerintah kota seolah tutup mata dan telinga. Menganggap remeh hal besar yang bisa merusak akhlak generasi muda. Ingat, 20 tahun kedepan Negara kita akan seperti apa bila di pimpin oleh orang- orang yang tak berakhlak? Naudzubillah..

Tapi tak usah khawatir, karena setiap masalah pasti ada jalan keluar. Apakah itu.?? Agama. Yaa.. tentu saja agama akan sangat membatasi pergaulan seseorang. Karena agama sudah mengatur bagaimana seharusnya seseorang dalam bergaul dan bersikap. Setiap orang tentu saja bisa menghindar dan terhindar dari dosa zina, seperti yang telah Rassulullah ajarkan, dan tertera dalam hadist.

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي مَعَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Barangsiapa yang sudah mampu (menafkahi keluarga), hendaklah dia kawin (menikah) karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak sanggup (manikah) maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi benteng baginya". (Hadist Imam Bukhari No. 1772)

Menikah memang bukan hal yang mudah, mengingat pernikahan memiliki tanggung jawab yang sangat besar, seperti harus memberikan nafkah, membiayai kelahiran anak, dan lain lain. Oleh karena itu banyak orang tua yang menginginkan anaknya sekolah setinggi mungkin, agar mendapatkan kerja yang mapan dan tentu saja kebutuhan materi bisa terpuaskan. Tapi jika kita tinjau, apakah pekerjaan mapan bisa menjamin seseorang memiliki akhlak yang baik?

Di sini peran orang tua kembali di uji. Penulis sendiri telah melakukan survey melalu wawancara kepada beberapa pemuda, dan saat di tanya mereka sangat antusias dan sangat ingin menikah muda karena takut akan dosa zina yang kini ada dimana- mana. Namun mereka terbentur dengan kewajiban atau syarat dari orang tua mereka yang mewajibkan untuk sekolah dan bekerja terlebih dahulu. Dan setiap orang tua hampir memberikan alasan yang sama, “mau di beri makan apa nanti istri dan anak mu?”. Padahal jika kita membuka hadist, banyak orang yang datang kepada Rasulullah untuk meminta pendapat Beliau untuk menikah, dan jika kita baca, Rasul tidak pernah bertanya, ”apakah pekerjaan kamu?” atau “apakah kamu memiliki materi untuk menafkahi istri dan anak mu?”. Karena sesungguhnya urusan rizki seseorang telah ada yang mengaturnya, bahkan telah tertulis di Ar-Rasy sejak seseorang masih berada di dalam rahim ibu. Rasul kala itu hanya bertanya, “apakah mahar yang kamu miliki?” karena mahar adalah syarat wajib seorang lelaki untuk menikahi seorang gadis.

Adapun ayat Al-Quran yang menyeru untuk pasangan muda mudi yang ingin menikah. Dan janganlah ada yg menghalangi atau mempersulit mereka.

“…maka janganlah kalian menghalangi mereka mengawini pasangan-pasangan mereka apabila mereka saling senang di antara mereka dengan (cara) pantas...” (Quran 2:232)

Karena menikah itu disunnahkan oleh Rasul, maka orang yang tidak melakukannya bukan termasuk golongan Beliau. Seperti yang tercatat dalam hadist.

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Menikah bisa menjadikan lading pahala bagi tiap orang yang melakukannya. Selain itu, menikah mampu menyempurnakan akhlak dan iman seseorang. Banyak hadist yang membahas tentang ini.
  • “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah   : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
  • Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
  • Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
  • Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)
  • “Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)
  • “Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)