Tampilkan postingan dengan label hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

GOLONGAN/ SEKTE DALAM ISLAM

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Jika di Indonesia, pembaca mungkin tidak asing dengan organisasi bernama NU, Persis, Muhamadiah, dan organisasi lain yang mengatasnamakan islam dan semakin lama menyeret pada akidah dan cara beribadah, sehingga menimbulkan sebutan “ALIRAN atau SEKTE”. Ternyata hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di belahan dunia lainpun terdapat banyak organisasi yang mengatasnamakan islam yang sama berujung pada sebutan aliran atau sekte, sebut saja Sunni, Syiah, Ahmadiah dan lain- lain.

“Lantas mengapa dalam Islam terdapat banyak aliran?”

Perpecahan dalam islam sebenarnya bukan terjadi baru- baru ini, sebenarnya perpecahan telah terjadi selepas Rasulullah Muhammad SAW wafat. Perpecahan politik dan aliran pemikiran antara kaum muslimin terjadi karena perbedaan tentang masalah khilafah, hal ini dimulai setelah wafatnya Ali Bin Abi Thalib yang telah mengakibatkan barisan kaum muslimin terpecah menjadi tiga kelompok:
  • Syiah, yaitu orang yang sangat fanatik dengan Ali bin Abi Thalib. Mereka menganggap khilafah hanya untuk Ali dan keturunannya sehingga urusan khilafah menurut mereka sama dengan warisan dari Nabi saw dan bukan dengan cara baiat.

  • Khawarij, yaitu orang yang kecewa dengan adanya proses tahkim (perdamaian) pada zaman khalifah Muawiyah lalu mereka mengkafirkan Ali dan Muawiyah, dan mayoritas mereka berpendapat wajib melantik seorang khalifah taat agama, adil mutlak, tegas dan keras, dan tidak harus dari suku Quraisy atau keturunan Arab.

  • Jumhur kaum muslimin (Ahlu Sunnah wal jama’ah), yaitu kaum moderat yang memiliki sifat adil dan tidak radikal. Mereka berpendapat bahwa khalifah harus dari suku Quraisy, namun mereka dipilih oleh kaum muslimin dengan cara bai’at. Perbedaan politik ini telah memberikan pengaruh yang besar terhadap perjalanan aliran fiqh yang berkembang pada zaman berikutnya.


Ibnu Katsir berkata: “Pemeluk agama sebelumnya berselisih satu sama lain di dalam pola fikir. Masing-masing mengaku bahwa kelompoknya yang benar, umat in pun berselisih satu sama lain di dalam beragama, semuanya tersesat kecuali satu yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yaitu mereka yang berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, dan generasi sahabat dan para tabi’n dan para ulama kaum muslimin (salaf) dahulu dan sekarang, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadroknya ketika Rasulullah ditanya tentang golongan yang selamat, maka Beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang yang mengikuti Sunnahku pada hari ini dan sahabatku.’” (Tafsir Ibnu Katsir 5/282).

Semeninggalnya Rasulullah SAW memang sering terjadi perpecahan akibat perbedaan politik, seperti yang Ibnu Katsi ucapkan di atas. Sebenarnya Islam tidak memiliki sekte atau golongan. Tidak ada satupun ayat bahkan kata yang menuliskan Sunni, Syiah, dan Khawarij, apa lagi Persis, NU, Muhammadiah. Semua perpecahan itu terjadi karena unsur politik semata. Banyak ayat dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa membuat golongan atau sekte yang mengatasnamakan Islam adalah terlarang.

Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 31-32)

Jika membicarakan siapa golongan mana yang paling benar, jawabannya adalah ISLAM YANG PALING BENAR.!! Sudah jelas, jika dalam Quran tidak tertulis Syiah, Sunni, atau apapun, yang tertulis hanya Islam, dan perpecahan sangat dilarang dalam Quran sendiri.

Akan ada pertanyaan bagaimana jika Syekh ku berkata demikian, Syekh ku berkata demikian dan Imam ku berkata demikian? Tidak usah bingung, Jawabannya kembali kepada Al-Quran dan Hadis Shahih.

Rasulullah SAW, bersabda : “Kutinggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat apabila kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya". (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ juz 2)

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa:59)
Jika pembaca mendapati dua pendapat imam yang berbeda, maka ceklah mana yang lebih mendekati dari Quran dan Hadis. Orang yang mengikuti Al-Quran dan Hadis adalah orang yang berada di jalan yang benar dan muslim yang benar.

Lantas apa hukumannya bagi orang- orang yang memecah belah Islam menjadi beberapa golongan? Quran telah menjawabnya.

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am : 159)

Mengutip dari ayat Al-an’am di atas, hukuman bagi pemecah belah agama menjadi hak preogatif Allah SWT yang memiliki alam semesta ini. Yang jelas memecah belah agama sangat dilarang.

Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.” (Ali Imran: 103)

Umat Islam sebaiknya lebih teliti agar tidak terjerumus, karena apabila melakukan ibadah namun tidak di contohkan oleh Rasulullah SAW, amalan ibadah itu akan tertolak, percuma dan tidak akan mendapat apa- apa selain lelah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan dalam perintah kami ini, apa-apa yang bukan dari padanya, maka ia tertolak”. (HR. Muslim juz 3, hal. 1343)

Jadi pembaca mau milih golongan mana, Syiah? Atau Sunni? J
Jawabannya adalah ISLAM!!


Wallahu a’lam bishawab

Rabu, 26 Agustus 2015

BUKTI ISLAM AGAMA SEMPURNA!!

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Islam merupakan agama sempurna yang diturunkan melalui utusan terakhirNya yaitu Nabi Besar Muhammad SAW. Dengan dua pedoman yang diwarisi sebagai tungtunan umat manusia diseluruh dunia yaitu Al-Quran dan Hadis. Keberadaan Islam untuk menyempurnakan agama dan kitab suci sebelumnya memang

Selasa, 25 Agustus 2015

SETAAT- TAATNYA KRISTEN ADALAH ISLAM

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Manusia yang tinggal di bumi pada awalnya merupakan imigran dari surga. Hanya untuk hasil akhir terdapat dua cabang yang menjadi pilihan, apakah

Senin, 24 Agustus 2015

MENGAPA SAAT INI BANYAK FITNAH TERHADAP ISLAM?

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Teroris!! Satu kata yang apa bila disebutkan akan langsung teringat pada Islam. Begitulah hebatnya peranan media dalam mengubah image sesuatu di zaman sekarang. Kemudahan akses dan biaya yang murah membuat media menjadi

Minggu, 23 Agustus 2015

POLIGAMI SECARA ILMIAH (FITNAH KRISTEN TERHADAP ISLAM MENGENAI POLIGAMI)

Dengan menyebut nama Allah yangmaha pengasih dan penyayang

Islam merupakan agama kebenaran yang ajarannya dapat membimbing manusia untuk kehidupan di dunia dan di akhirat melalui panduan Al-Quran dan Hadis. Al-Quran merupakan kitab suci yang berisikan firman- firman Allah SWT dan Hadis merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dengan mengacu pada

Sabtu, 22 Agustus 2015

QURAN DAN SAINS (BAB III – TAMAT) : PROSES TERBENTUKNYA AIR SUSU DAN EMBRIOLOGI

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang,
Al-Quran merupakn firman Allah SWT yang diwahyukan melalui Rasulullah SAW. Banyak keajaiban Al-Quran yang baru terbukti dengan teknologi saat ini, dan hal itu dapat membuktikannya bahwa Al-Quran benar- benar firman Allah SWT. Dalam Quran sendiri terdapat tidak kurang dari 1000 ayat yang membahsan tentang ilmu sains, dan peneliti telah membuktikan bahwa

Jumat, 21 Agustus 2015

QURAN DAN SAINS (BAB II) : OCEANOLOGY DAN ASTRONOMI


Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Pembahasan kali ini masih membahas tentang Ilmu Sains dalam Al-Quran. Jika kemarin penulis membahas tentang Hidrologi dan fungsi gunung. Kali ini penulis akan memaparkan tentang sains lainnya dalam Al-Quran, di antaranya Ilmu kelautan, pembuatan alam semesta.

Selasa, 18 Agustus 2015

HATI- HATI PEMURTADAN DAN KRISTENISASI!!

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Sebagai umat yang beragama yang telah memiliki keyakinan penuh terhadap suatu agama tentu saja agama lain tidak boleh memaksanya untuk berpindah agama, selain melanggar hak asasi manusia, hal tersebut juga dapat melanggar nubuat agama tersebut. Islam sendiri sangat melarang umat muslim memaksa umat lain untuk masuk islam.

Namun ada beberapa orang yang

MEDIA DAN FITNAH TERHADAP ISLAM

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang

Islam, dalam segi bahasa berasal dari kata ‘aslama’ yang berakar dari salama. Jika ditinjau dari segi bahasa yang di kaitkan, islam memiliki beberapa pengertian, yaitu ‘salm’ yang berarti damai. Ada pula yang menafsirkan dari kata ‘aslama’ yang berarti berserah diri.

Untuk pengartian, islam bisa berarti sebuah agama yang damai dan mewajibkan umatnya untuk

MENEPIS FITNAH PEDOFIL RASULULLAH SAW

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang

Kita sebagai umat islam pasti akan sangat mengenal sosok Aisyah .ra. Aisyah binti Abu Bakar adalah istri dari Nabi Muhammad salallahi alaihi wassaalam. ‘Aisyah adalah putri dari Abu Bakar (khalifah pertama), hasil dari pernikahan dengan isteri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah. Beliau termasuk ke dalam ummul-mu'minin (Ibu orang-orang Mukmin). Sebelum penulis lebih dalam menuju inti pembahasan, ada sedikit hal yang harus di ketehaui mengenai

Senin, 27 Februari 2012

Menikah : Penangkal Dosa, Pemicu Pahala

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan pribadi atau karakter seorang anak. Namun setelah dewasa, apakah orang tua masih bisa menentukan karakter anaknya.? Menurut penelitian para ahli, kepribadian seseorang bisa berubah secara cepat. Terjadi akibat beberapa factor, factor yang paling berpengaruh terhadap kepribadian seorang setelah menjadi dewasa adalah pergaulan. Pergaulan dapat membentuk karakter seseorang sebesar 75 persen, peran orang tua dan keluarga 15 persen, media seperti TV, internet dan lain lain 5 persen, dan 5 persen lainnya factor intern.

Hal tersebut tentu saja akan membuat was-was setiap orang tua, yah.. mengingat pergaulan dewasa ini yang bisa di bilang sangat bebas. Akibat banyaknya pengaruh barat yang masuk, para muda mudi di Negara kita sudah terang terangan dan tanpa rasa malu melakukan hubungan seks pra-nikah. Bahkan mereka seolah bangga dengan apa yang telah dilakukannya. Survei terbaru Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mencatat bahwa sebanyak 63 persen pemuda Indonesia sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Dan 60 persen tanpa menggunakah alat kontrasepsi. Dari beberapa penelitan yang dilakukan sejak tahun 2006, sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja tersebar di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin. Tempat- tempat prostitusi hampir setiap kota memilikinya. Dan anehnya, pemerintah kota seolah tutup mata dan telinga. Menganggap remeh hal besar yang bisa merusak akhlak generasi muda. Ingat, 20 tahun kedepan Negara kita akan seperti apa bila di pimpin oleh orang- orang yang tak berakhlak? Naudzubillah..

Tapi tak usah khawatir, karena setiap masalah pasti ada jalan keluar. Apakah itu.?? Agama. Yaa.. tentu saja agama akan sangat membatasi pergaulan seseorang. Karena agama sudah mengatur bagaimana seharusnya seseorang dalam bergaul dan bersikap. Setiap orang tentu saja bisa menghindar dan terhindar dari dosa zina, seperti yang telah Rassulullah ajarkan, dan tertera dalam hadist.

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي مَعَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Barangsiapa yang sudah mampu (menafkahi keluarga), hendaklah dia kawin (menikah) karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak sanggup (manikah) maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi benteng baginya". (Hadist Imam Bukhari No. 1772)

Menikah memang bukan hal yang mudah, mengingat pernikahan memiliki tanggung jawab yang sangat besar, seperti harus memberikan nafkah, membiayai kelahiran anak, dan lain lain. Oleh karena itu banyak orang tua yang menginginkan anaknya sekolah setinggi mungkin, agar mendapatkan kerja yang mapan dan tentu saja kebutuhan materi bisa terpuaskan. Tapi jika kita tinjau, apakah pekerjaan mapan bisa menjamin seseorang memiliki akhlak yang baik?

Di sini peran orang tua kembali di uji. Penulis sendiri telah melakukan survey melalu wawancara kepada beberapa pemuda, dan saat di tanya mereka sangat antusias dan sangat ingin menikah muda karena takut akan dosa zina yang kini ada dimana- mana. Namun mereka terbentur dengan kewajiban atau syarat dari orang tua mereka yang mewajibkan untuk sekolah dan bekerja terlebih dahulu. Dan setiap orang tua hampir memberikan alasan yang sama, “mau di beri makan apa nanti istri dan anak mu?”. Padahal jika kita membuka hadist, banyak orang yang datang kepada Rasulullah untuk meminta pendapat Beliau untuk menikah, dan jika kita baca, Rasul tidak pernah bertanya, ”apakah pekerjaan kamu?” atau “apakah kamu memiliki materi untuk menafkahi istri dan anak mu?”. Karena sesungguhnya urusan rizki seseorang telah ada yang mengaturnya, bahkan telah tertulis di Ar-Rasy sejak seseorang masih berada di dalam rahim ibu. Rasul kala itu hanya bertanya, “apakah mahar yang kamu miliki?” karena mahar adalah syarat wajib seorang lelaki untuk menikahi seorang gadis.

Adapun ayat Al-Quran yang menyeru untuk pasangan muda mudi yang ingin menikah. Dan janganlah ada yg menghalangi atau mempersulit mereka.

“…maka janganlah kalian menghalangi mereka mengawini pasangan-pasangan mereka apabila mereka saling senang di antara mereka dengan (cara) pantas...” (Quran 2:232)

Karena menikah itu disunnahkan oleh Rasul, maka orang yang tidak melakukannya bukan termasuk golongan Beliau. Seperti yang tercatat dalam hadist.

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Menikah bisa menjadikan lading pahala bagi tiap orang yang melakukannya. Selain itu, menikah mampu menyempurnakan akhlak dan iman seseorang. Banyak hadist yang membahas tentang ini.
  • “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah   : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
  • Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
  • Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
  • Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)
  • “Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)
  • “Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)