Tampilkan postingan dengan label teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teori. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

YESUS (ISA a.s) DALAM INJIL DAN QURAN

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang

Terdapat banyak pendapat di antara pakar agama, baik Kristen dan Islam mengenai bagaimana akhir cerita Yesus atau Nabi Isa a.s. Pasalnya terdapat pemahaman yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen dalam masalah ini. Kristen mengimani jika Yesus mati di kayu salib sebagai Tuhan untuk penebusan dosa umat manusia, sedangkan Islam mengimani bahwa Yesus atau Isa a.s adalah seorang Nabi utusan Allah untuk membimbing kaum Bani Israil dan tidak mati di kayu salib. Perbedaan ini menurut penulis sangat penting, melihat siapa yang salah berarti telah salah pula keimanannya, terutama bagi umat Kristen yang telah menuhankan Yesus (Isa a.s).

Pertanyaannya, Apakah Yesus adalah Tuhan yang mati di kayu salib? Atau Isa a.s adalah seorang Nabi yang tidak mati di kayu salib? Penulis akan membahas masalah ini dengan merujuk pada Injil, Quran, buku tafsir, dan pendapat para ahli.

Sebelum lebih dalam ke topik pembahasan kita fahami dulu apa itu Hukum Salib secara harifah. Ada beberapa proses yang harus di jalani agar seorang tersangka dapat di sebut telah di hukum salib.

-Awalnya, tersangka di ikat dan di borgol pada tiang setinggi 60 cm, dalam posisi membungkuk, tersangka akan didera dengan cambuk yang di ujungnya diperkuat dengan batu, timah, atau tulang punggung binatang. Orang Yahudi dan Romawi memiliki perbedaan dalam deraan atau cambukan ini, yahudi hanya boleh mendera di bagian punggung kiri dan kanan serta dada, dan tidak boleh lebih dari 40 deraan. Romawi lebih sadis lagi dengan bebas mendera dimana saja dan boleh melakukan berapa kali pun.

-Selanjutnya si tersangka di arak dipaksa membawa kayu palang dengan lobang di tengahnya ke tempat eksekusi. Di tempat eksekusi telah terdapat tiang vertikal yang ujungnya di buat lebih kecil sehingga kayu palang yang di bawa tersangka bisa masuk.

-tersangka di baringkan, pergelangan tangan dan kakinya di paku pada salib. Ada sebatang kayu kecil pada tiang di bawah kaki atau pantat untuk menahan berat badan dengan tujuan agar tangan yang di paku tidak sobek.

- Setelah di salib, tersangka akan di cek apa sudah mati atau belum, dan biasanya dengan cara mematahkan kakinya.

-Setelah di pastikan mati, Jenazah lalu di kuburkan. Namun bagi yang tidak punya makan, mayatnya akan dibiarkan membusuk atau dibiarkan dimakan serangga dan binatang buas.

YESUS DI SALIB DALAM INJIL


  • PENYALIBAN


Markus 15:33-34
33. Pada jam duabelas, kegelapan meliputi daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
34. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring : “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” yang berarti Allah Ku, Allah Ku, mengapa engkau meninggalkan aku?

Dari ayat yang dikutip dalam injil tersebut di sebutkan bahwa terjadi suatu fenomena dimana langit menjadi gelap pada jam 12 siang. Terdapat pula kata yang menyebutkan “daerah itu” yang berarti Yesus telah ada dan disalibkan saat jam 12.

Pada jam 3 sore,Yesus berseru dengan suara yang nyaring “Allah Ku, Allah Ku, mengapa engkau meninggalkan aku?” ayat tersebut memuktikan ketidak berdayaan Yesus sebagai manusia. Logikanya, apa mungkin jika Yesus adalah Tuhan meminta pertolongan kepada Tuhan yang lainnya?


  • PENURUNAN DARI KAYU SALIB


Datanglah orang- orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang- orang yang disalib tersebut dipatahkan dan mayar- mayatnya diturunkan. (Yoh 19:31)

Saat itu korban yang di hukum salib berjumlah 3 orang termasuk Yesus di dalamnya. Orang- orang yahudi memimta kepada Pilatus sebagai eksekutor untuk mematahkan kaki para tersangka agar proses kematiannya di percepat. Tapi dengan kehendak Allah SWT, saat giliran Yesus akan di patahkan kakinya terdapat suatu keajaiban, dimana yesus terpingsan dan kondisinya “menyerupai orang yang telah mati’. Dalam injil tertulis.

Tetapi ketika mereka sampai pada Yesus dan melihat ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya. (Yoh 19:33)

Pilatus heran saat mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka iya memanggil kepada serdadu dan menanyakan benarkah Yesus sudah mati.” (Markus 19:33)

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea ia murid Yesus tetapi sembunyi- sembunyi karena takut kepada orang- orang Yahudi meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkannya. (Yoh 19:38)

Rupanya Yusuf salah satu murid Yesus dan beberapa orang lainnya, masih melihat tanda- tanda kehidupan pada tubuh Yesus, sehingga dia meminta kepada Pilatus untuk menurunkan jenazah Yesus dengan sembunyi- sembunyi karena takut pada orang Yahudi. Penurunan jenazah tersangka salib bisa di katakan tersegasa- gesa melihat para algojo melewatkan proses untuk mematahkan kaki Yesus. Fakta logisnya, saat di turunkan jenazah Yesus berkisar pukul 15.00 atau jam 3 sore pada hari jumat, sedangkan pada pukul 17.30 jenazah harussudah diturunkan karena akan memasuki hari sabat atau hari suci di hari sabtu. Dalam umat Yahudi pergantian hari tidak pukul 00.00, melainkan saat magrib sekitar pukul 17.30. Dengan sisa waktu sekitar 2 jam 30 menit mereka menurunkan jenazah.


  • PENGUBURAN YESUS
Sebelum masuk dalam bahasan, kita ketahui dulu bagaimana bentuk kuburan Yahudi. Berbeda dengan Islam yang menanam atau memasukan jenazah pada tanah dengan ukuran 2x1 dan dalam 2 meter, Yahudi mengubur jenazah dengan diletakan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua ataupun yang sengaja di buat berbentuk tempurung berpintu (gua buatan).

Mereka mengambil mayat Yesus mengapaninya dengan kain lanen itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu kepintu kubur itu. (Markus 16:46)

Pada saat diturunkan dari salib, masih dalam hari yang sama, Yesus langsung di kuburkan. Namun rupanya beberapa orang telah sembunyi- sembunyi memasuki makam Yesus karena masih melihat kehidupan pada raga Yesus.

Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula- mula datng waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak dan membubuhi dengan rempah- rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yoh 19.40)

Setelah lewat hari sabat, Maria Maghdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah- rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (Markus 16:1)

Jika dilihat secara biasa memang tidak ada hal yang janggal dari keempat ayat di atas, Yoh 19:38, Markus 16:46, Yoh 19:40, Markus 19:1. Namun bila di kaji dengan seksama menggunakan beberapa pendekatan secara kritis maka bisa di simpulkan kronologis penyaliban Yesus.

= Yusuf menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib pada jam 15.00 (jam 3 sore), dan menguburkan Yesus sebelum masuk hari sabat yang berarti sebelum maghrib atau sebelum malam tiba.
= Malam harinya, Nikodemus datang ke kubur dengan membawa minyak mur dan gaharu, lalu mengkafani Yesus dengan kain lenan.
= Pada hari setelah hari Sabat yang berarti minggu pagi, Maria Maghdalena dan teman- temannya membawa rempah- rempah ke kuburan Yesus.

Logikanya, untuk apa Maria Maghdalena datang ke makam Yesus pada pagi hari dengan membawa minyak rempah- rempah? Padahal jenazah Yesus sudah diberi rempah- rempah oleh Yusuf Arimatea dan Nikodemus serta telah dikafani?

Jawabannya sangat mudah, datangnya wanita- wanita tersebut pada dua hari setelah pemakaman Yesus tidak lain untuk mengobati luka Yesus, mengingat rempah- rempah dan minyak Mur berfungsi sebagai obat untuk luka. (silahkan cek google mengenai manfaat minyak Mur)


  • YESUS KELUAR KUBUR SENDIRI DAN BUKTI BELIAU MASIH HIDUP


Hal ini merupakan kejadian paling penting, karena membuktikan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib. Dan Yesus keluar dari kuburnya sendiri dan sangat pagi

Pada hari pertama minggu itu, pagi- pagi benar ketia hari masih gelap, pergilah Maria Maghdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambildari kubur. (Yoh 20:1)

Perhatikan ayat di atas, yakni Maria datang ke kubur pagi sekali, bahkan di gambarkan saat itu langit masih gelap. Namun ternyata pintu kuburan yesus telah terbuka. Berarti bisa di simpulkan bahwa Yesus keluar dari kubur saat tengah malam, atau menjelang subuh, atau saat subuh. Melihat malam adalah saat- saat yang tepat untuk melarikan diri. Jika menalar Yesus sudah mati, dan bangkit dalam bentuk roh, mustahil Yesus harus membuka pintu kubur, karena roh akan dengan mudah menembus benda mati.

Pada saat itu Maria Maghdalena menyangka jenazah Yesus telah di curi, dan menangis karena Maria mengetahui jika Yesus belum mati.Yesus pun melihat Maria yang telah menangis dan bercakap.

Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadanya: “Tuan, jikalau tuan mengambil Dia, katakan kepadaku, dimana tuan meletakan Dia, supaya aku bisa mengambilnya.” (Yoh 20:15)

Lagi- lagi bukti Maria mengetahui bahwa Yesus belum mati karena mengucapkan kata “dimana tuan meletakan Dia”, jika telah wafat seharusnya Maria mengatakan “dimana tuan meletakan jenazahnya, atau mayatnya.?”. Dalam tulisan yang lainnya Maria berkata “supaya aku bisa mengambilnya.” Logikanya, untuk apa mengambil jenazah Yesus jika telah tidak bernyawa? Dan jikalau telah mati seharusnya Maria berkata “supaya aku bisa melihatnya.”

Dalam surat Yoh 20:15, terbukti jika Maria tidak mengenal Yesus dan menyangka Yesus adalah seorang tukang penjaga taman. Bisa disimpulkan bahwa yesus telah menyamar atau bersembunyi. Akan timbul pertanyaan, untuk apa Yesus menyamar? Jawabannya karena Yesus takut diketahui orang- orang Yahudi karena telah keluar dari kubur. Timbul pertanyaan lagi, mengapa Yesus harus takut? Jika seandainya Yesus bangkit dalam bentuk Roh, tentu saja Yesus tidak harus menyamar dan takut karena mana mungkin manusia bisa menyakiti roh orang yang telah mati dan memiliki raga. Jawabannya karena Yesus masih hidup dan memiliki raga, Yesus takut jika orang- orang Yahudi menemukannya, Dia akan ditangkap dan mencoba membunuhnya lagi. Hal ini sama percis seperti Yusuf Arimatea yang sembunyi- sembunyi menurunkan jenazah Yesus karena takut diketahui orang- orang Yahudi.

Setelah Maria mengetahui bahwa yang disangkanya penjaga taman ternyata adalah Yesus, Maria sangat bergembira sehingga ingin memeluk atau merangkul Yesus, namun yesus melarangnya.
Kata Yesus kepadanya : “Janganlah Engkau memegang Aku,...” (Yoh 20:17)

Mengapa Yesus menolak dan melarang Maria menyentuhnya? Karena saat itu di tubuh Yesus masih terdapat luka, baik luka salib dan luka deraan. Jadi sangat wajar jika Yesus melarang Maria menyentuh tubuhnya, karena jika di sentuh Yesus akan merasa kesakitan. Hal itu sangat berbahaya, karena bisa saja Yesus berteriak karena kesakitan dan bisa membongkar penyamarannya, atau akan terlihat aneh dan mencurigakan jika Maria merangkul seorang penjaga taman.


  • YESUS KEMBALI MENEMUI MURIDNYA


Setalah Yesus keluar dari kubur dan bertemu dengan Maria Maghdalena, Yesus lantas menemui muridnya.

Dan sementara mereka bercakap- cakap tentng hal- hal itu, Yesus tiba- tiba berdiri ditengah- tengh mereka dan berkata kepada mereka : “Damai sejahtra bagi kamu!” (Lukas 24:36)
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat Hantu. (Lukas 24:37)

Sangkaan Murid- murid Yesus telah melihan hantu harus dikaji secara mendalam. Dalam kebudayaan Asia, Eropa, dan Afrika hantu memiliki makna berbeda tapi dengan konsep dan inti yang sama. Hantu diidentikan dengan seorang yang gentayangan yakni orang yang mati kemudian bangkit kembali. Jadi wajar saja mereka menyebut Yesus sebagai hantu karena dalam benak mereka Yesus sudah benar- benar mati. Dengan kejadian ini lantas Yesus membantah bahwa dirinya bukanlah hantu atau berbentuk roh, melainkan manusia sama seperti murid- muridnya.

“Lihatlah tangan Ku dan kaki Ku: Aku sendirilah ini, rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada ku.” (Lukas 24:39)
Sambil berkata demikian, Dia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka (Lukas 24:40)

Terbukti Yesus belum mati bukan hantu dan bukan berbentuk roh, dengan meyakinkan Muridnya dengan menyuruh meraba bahwa Yesus masiih memiliki daging dan tulang. Lantas kenapa Yesus memperlihatkan kaki dan tangannya? Yesus berhendak memperlihatkan bekas salibnya kepada murid- muridnya.

Itulah kiranya fakta mengenai penyaliban Yesus dalam injil, dan dapat di simpulkan bahwa YESUS TIDAKLAH MATI DI KAYU SALIB!! Sedangkan dalam ajaran lainnya, masih dalam injil.

Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimanakah orang mati dihidupkan kembali? Tubuh yang bagaimanakah yang diberi kepada mereka, sesudah mereka dihidupkan kembali?”... (1 Korintus 35)
Begitu halnya nanti dengan orang- orang mati yang dihidupkan kembali. Tubuh yang dikubur itu adalah tubuh yang bisa busuk, TETAPI TUBUH YANG DIHIDUPKAN KEMBALI, ADALAH TUBUH YANG TIDAK BISA RUSAK. (1 Korintus 42)

Pada waktu tubuh itu dikuburkan, tubuh itu buruk dan lemah, tetapi PADA WAKTU IA DIHIDUPKAN KEMBALI IA ADALAH TUBUH YANG KUAT. (1 Korintus 43)

Pada waktu dikuburkan, tubuh itu tubuh dari dunia, tetapi setelah hidup kembali, maka TUBUH ITU TUBUH YANG DIBERI OLEH ROH ALLAH. Ada tubuh dari dunia, ada juga tubuh yang dari Allah. (1 Korintus 44)

Mengkaji hal ini tentu saja akan mendapatkan banyak kontradiksi, mengenai kebangkitan setalah mati yang seharusnya berbentuk roh atau tubuh yang diberi Allah. Dalam kajian di atas, dapat dilihat bahkan INJIL MENOLAK KEMATIAN YESUS sebagai penebusan dosa.

ISA a.s (YESUS) DALAM ISLAM

Paparan di atas merupakan suatu pembahasan Yesus (Isa a.s) menurut Injil, dan umat Islam tidak wajib mengimani, karena hanya kepada Al-Quran lah umat Islam harus berpedoman. Merujuk pada Al Quran yang berisi firman Allah SWT, Islam pun telah mengisahkan tentang nabi Isa a.s atau Yesus.

“dan lantaran perkataan mereka yang mengatakan : Sesungguhnya kami telah membunuh Isa Al-Masih anak Maryam Rasul Allah. Padahal sebenarnya mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya (hingga mati), melainkan hanyalah diserupakan saja pada mereka. Sesungguhnya orang- orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa a.s, benar- benar dalam keragu- raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak pula yakin yang mereka bunuh itu adalah Isa” (An- Nisa 157)

Prof.Dr.KH.Hasbullah Bakry, SH. Dalam bukunya “ Isa dalam Al-Qur`an, Muhammad Dalam Bibel” ( Firdaus ), cetakan 8 hal 45 dan 47 menyatakan penafsirannya tenteng QS. An-Nisa/4:157.

Kalimat “Ma Qotaluhu wama sholabuhu” yang berarti : “mereka tidak khusus membunuhnya dan tidak menyalibnya” haruslah diartikan sebagai penguat (kalimat) satu dengan yang lain. Ma qotaluhu artinya mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja (di sini membunuh berarti umum). Ma sholabuhu mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban tetapi hanya terserupa saja sebagai penyaliban.

Kembali ke konteks awal mengenai Hukum Salib, yang menyebutkan bahwa Hukum Salib merupakan salah satu cara MENGHUKUM MATI, dimana para tersangkanya HARUS MATI DI KAYU SALIB. Jadi jika tersangka tidak mati, bisa di bilang dia tidak di salib. Dan dalam Quran telah sangat jelas di sebutkan “Ma Qotaluhu wama sholabuhu” DIA TIDAK TEBUNUH DAN TIDAK DISALIB, “Ma sholabuhu” MELAINKAN HANYA DISERUPAKAN DEMIKIAN.


Wallahu a’lam bishawab..

Jumat, 21 Agustus 2015

QURAN DAN SAINS (BAB II) : OCEANOLOGY DAN ASTRONOMI


Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Pembahasan kali ini masih membahas tentang Ilmu Sains dalam Al-Quran. Jika kemarin penulis membahas tentang Hidrologi dan fungsi gunung. Kali ini penulis akan memaparkan tentang sains lainnya dalam Al-Quran, di antaranya Ilmu kelautan, pembuatan alam semesta.

Sabtu, 03 Maret 2012

Kebohongan Sejarah Manusia

Kita tentu saja telah mengenal bahkan mempelajari sejarah sejak usia dini. Bahkan sejarah menjadi materi pokok di setiap sekolah terutama siswa yang berkonsentrasi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dari sejarah Indonesia sampai sejarah bumi kita pelajari. Kita telah belajar sejarah manusia sejak duduk di sekolah dasar, mungkin anda masih ingat zaman batu, zaman gangsa, dan zaman- zaman lainnya. Namun apakah kalian tahu jika banyak penyimpangan di dunia sejarah.?? Apakah kalian tahu banyak manipulasi sejarah saat ini.?? saat ini penulis akan berusaha membongkar kabohongan atau manipulasi sejarah manusia dengan cara membandingkan antara teori Evolusi Darwin dengan Al-Quran dan hadist. Penulis tidak berniat untuk menentang, jadi jika ada yang merasa tidak sependapat itu menjadi hak pembaca untuk menyimpulkan sendiri.

Jika kita berbicara tentang zaman batu, anda pasti akan berfikir tentang manusia primitif yang hidup di gua yang tidak bisa bercakap-cakap, tidak ada bahasa sedikitpun, dan manusia bodoh tanpa ilmu sedikitpun. Namun karena keingin tahuan, merekapun mulai berkembang, mulai menggunakan simbol- simbol untuk berkomunikasi. Mereka mulai perpindah- pindah tempat tinggal untuk mencari sumber daya alam untuk kebutuhan pangan mereka. Namun, apakah anda tahu? zaman batu sebenarnya teidak pernah ada. Lalu siapakah orang yang membuat toeri bahwa nenek moyang manusia berasal dari orang gua atau orang utan atau sebagainya.??

Charles Darwin dan kawan- kawannyalah yang membuat teori evolusi. Yang mengatakan bahwa manusia berasal dari orang utan yang berevolusi karena percampuran gen dan seleksi alam. Sekarang kita lihat garis masa zaman pra-sejarah manusia yang sering diajarkan pada kita menurut teori evolusi Darwin.

Teori evolusi manusia menurut Darwin yang mangatakan bahwa asal muasal manusia adalah kera.


  1. zaman batu
  2. zaman gangsa       
  3. zaman logam     
  4. zaman modern

Charles Darwin yang mengungkapkan teorinya pada buku  On the Origin of Species pada tahun 1859.


Kita sering diajarkan sejarah bahwa ketamadunan manusia berasal dari zaman batu, merangkak ke zaman gangsa, di zaman ini manusia di percaya telah mulai menggunakan batu, kayu, dan bahan timah untuk membuat senjata dan perhiasan. Berlanjut ke zaman logam, di zaman ini, manusia sudah menggunakan perunggu, besi dan jenis logam lainnya untuk membuat senjata, perhiasan, dan alat lainnya. Dan kini kita berada di zaman yang di sebut zaman modern, dimana manusia semakin maju dan pintar. Tapi apakah anda lupa, bahwa Ka’bah dan Masjid Al-Aqsa telah di bina pada zaman Nabi Adam.? Dan apakah Allah tega menurunkan Nabi Adam dalam keadaan bodoh.? Apakah Nabi Adam sehina ini.?

Al-Quran sendiri telah mencatat asal mula manusia sejak 1400 tahun lalu. Seperti yang tertera pada surat Al-Baqaraah : 30. “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan khalifa di muka bumi…” yaitu manusia. Lalu malaikat menjawab, “Adakah Engkau ingin menjadikan di atas muka bumi ini orang- orang yang akan merusakkan bumi dan menumpahkan darah.?, sedangkan kami  senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau…”. Tapi Allah lalu berfirman, “sesungguhnya Aku tahu apa yang kamu semua tidak tahu.”. dan persoalannya, apakah perkara yang dimaksudkan oleh Allah yang tidak di ketahui oleh para malaikat.? Lalu persoalan itu dibahas di ayat berikutnya. “Allah telah mengajarkan kepada Nabi Adam ‘nama- nama’ keseluruhannya. Setelah Nabi Adam mengetahui ‘nama- nama' tersebut, maka bersujudlah semua malaikat tanda penghormatan kepada manusia. Kecuali iblis, kerena dia sombong dan merasakan bahwa manusia tetap akan melakukan kerusakan di bumi dan menumpahkan darah walaupun telah diajarkan mengenai ‘nama- nama’ oleh Tuhannya.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan ‘nama- nama’ yang menjadi persoalan pertumpahan darah dan perusakan bumi yang telah diprediksi oleh para malaikat.? Nama- nama yang di maksud itu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, mana mungkin Nabi Adam ketika diturunkan ke bumi dalam keadaan bodoh. Sejak zaman dahulu, Nabi Adam telah bisa membina Ka’bah dan Masjid Al-Aqsa. Dan Nabi Nuh sendiri telah bisa membuat bahtera besar. Bahkan, orang- orang zaman dahulu konon pandai membaca bintang dan bahkan telah menggunakan energi elektrik. Penulis akan memberi sedikit bukti bahwa orang orang terdahulu kita sangat pintar, bahkan mungkin lebih pintar dari manusia sekarang.
Peniggalan Bangsa Babylon yang di percayai sebagai Batrai membuktikan bahwa bangsa Babylon telah menggunakan energi elektrik.
Arca peninggalan purbakala yang terdapat gambar helikopter. Dan kita mengetahui bahwa helikopter baru ada pada saat zaman modern ini.

Sadarkah anda bahwa nabi- nabi di turunkan pada masa yang berbeda dan pada umat yang berbeda.? Al-Quran hanya menggunakan nama- nama nabi sebagai ukuran sejarah. Seperti pada surat Al-Baqarah:102 “…di masa kerajaan Sulaiman…”, Al-Baqarah:246 “…sesudah Musa…”, Al-Isra:17 “…Sesudah Nuh…”. Inilah sejarah yang seharusnya kita yakini keabsahannya. Seharusnya kita menjadikan urutan nabi- nabi untuk menjadi patokan dalam mencatat sejarah.

Lalu bagaimana kecanggihan mereka hancur? Hingga manusia sekarang menyangka bahwa ketamadunan manusia berasal dari jaman batu.? Anda harus yakin, mereka bukalah orang gua, bukan orang yang hanya tau makan dan tidur. Tetapi mereka telah membina satu zaman yang begitu hebat. Malah mungkin kecanggihan mereka lebih hebat dari pada hari ini. Ilmu pengetahuan mereka begitu tinggi, sehingga mereka mampu menyerap bintang- bintang di langit. Tetapai karena kekufuran sebagian dari mereka kapada Allah, maka kehebatan mereka telah dihancurkan dalam masa satu malam saja, sehingga kita menyangka mereka adalah orang- orang zaman batu yang tidak pernah menciptakan apa- apa. Seperti firman Allah yang tercatat dalam Quran yang menceritakan beberapa kaum yang di musnahkan karena kekufuran mereka, seperti kaum Ad, Sodom, Stamud, dan lain- lain.

Lalu sekarang apakah pendapat anda.? Apakah anda lebih mempercayai teori evolusi Darwin daripada Al-Quran.? Anda putuskan sendiri.
Sumber : Zaman Batu: Satu Pembohongan Sejarah, Harun Yahya.